Manusia Perlu Agama?

             Manusia merupakan salah satu makhluk hidup. Berbeda dengan yang lain, manusia merupakan satu-satunya makhluk hidup yang memiliki akal. Manusia memiliki kelebihan tersendiri daripada yang lain. Dengan adanya akal, manusia bisa berfikir. Dengan berfikir, manusia mampu menciptakan sebuah inovasi-inovasi yang dapat memajukan sebuah peradaban. Dengan berfikir, manusia mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Di dalam Agama Islam, Allah menciptakan manusia dengan memiliki kemampuan untuk berfikir agar mereka bisa membedakan baik dan buruk. Karena, di dalam diri manusia terdapat sesuatu hal yang bernama nafsu. Dengan berfikir, maka manusia hendaknya bisa mengatur suhu dari sebuah nafsu.

                Pada perkuliahan Studi Keislaman di hari Senin tanggal 22 Maret 2021, kami dipertemukan dengan sebuah pembahasan yang lumayan kritis. Satu pertanyaan di awal pembahasan, “Mengapa kita sebagai mausia butuh Agama?”, membuatkan berfikir lebih dalam lagi mengenai “manusia”. Sebelumnya, aku pernah mendengar sebuah pembahasan yang hamper mirip dengan pembahasan perkuliahan pada hari itu. Akan tetapi, aku sedikit lupa.

                Kami diberi waktu sepuluh menit untuk menjawab. Teman-temanku juga berusaha untuk mencari sebuah jawaban . Tak lama, teman-temanku dan aku sendiri juga telah mengeluarkan amunisi yang tersedia untuk menjawab pertanyaan itu.         Jawaban-jawaban yang ada hamper sama intinya. Jika kusimpulkan, maka jawabanya adalah kurang lebih seperti ini, “Manusia merupakan makhluk hidup yang berakal. Di dalam diri manusia sendiri terdapat sesuatu yang bernama nafsu. Nafsu di sini berarti sesuatu hal yang selalu mengajak kepada keburukan. Maka dari itu, di sinilah Agama dibutuhkan. Agama dianggap sebagai sebuah pedoman hidup. Agama memiliki beberapa aturan yang mengatur hidup manusia agar manusia bisa hidup ke arah yang baik, bukan ke arah yang buruk.”

                Lalu, Bapak Dosen memberikan pertanyaan yang kedua, “ Bagaimana pendapat anda tentang orang yang konversi atau pindah agama?”. Tentu jawaban yang pertama kali muncul dibenakku adalah “Boleh-boleh saja”. Akan tetapi, sebenarnya jawabanku masih kurang. Lalu, teman-teman pun mengeluarkan amunisinya. Dan bila saya simpulkan, kurang lebih jawabanya seperti ini, “Manusia sudah diberikan akal oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan adanya akal, manusia bisa berfikir. Beragama merupakan hak setiap manusia. Entah ia mau di Agama itu atau Agama yang ini. Hal itu adalah hak manusia sendiri yang harus diputuskan tanpa paksaan. Maka, apabila seseorang pindah Agama, hal tersebut merupakan hak dia sebagai manusia untuk memilih Agama mana yang akan ia anut. Akan tetapi, “boleh” bisa menjadi jawaban apabila konteksnya dalam hal “manusia”. Apabila konteksnya Agama Islam, maka apabila seseorang berpindah dari Agama Islam ke Agama yang lain, hal tersebut jawabannya sudah lain lagi. Muslim yang keluar dari Agamanya disebut murtad. Murtad berarti ia tidak yakin lagi dengan pernyataan “Allah adalah satu-satunya Tuhan”. Maka, dengan adanya konteks tersebut, Agama Islam tidak mengizinkan seseorang untuk berpindah Agama. Karena, Agama Islam adalah Agama yang paling Haq”. Di sini lah kekurangan jawaban saya tadi.

                Agama bukan sekedar sebagai pedoman saja, akan tetapi terdapat suatu hal yang lebih mendalam lagi. Agama sendiri memiliki banyak pengertian dari banyak pandangan tokoh-tokoh ternama.  Agama merupakan suatu hal yang sangat diyakini atau sangat diimani dapat memberikan kita sebuah petunjuk hidup yang benar. Setiap Agama tidak lepas dari sesuatu yang ghaib. Tidak banyak juga manusia tidak percaya segala sesuatu yang Ghaib. Karena mereka tidak melihatnya secara langsung menggunakan panca indera. Jika kita beragama, maka kita meyakini adanya sesuatu yang ghaib yang mengatur kehidupan kita. Di dalam Agama Islam, kita meyakini Allah Subhanahu wa Ta’ala satu-satunya Tuhan. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Segalanya. Yang menciptakan kita. Yang mengatur seluruh jagat raya. Yang mengurus kehidupan kita. Dial ah Yang Maha Menguasai. Allah ada tapi kita tidak bisa melihat-Nya, karena kita tidak mampu untuk melihat-Nya. Tapi hati kita telah terpaut dengan-Nya, sehingga kita iman kepada-Nya. Allah mengatur setiap kehidupan manusia dengan memberikan suatu petunjuk dalam bentuk Al-Qur’an. Itulah salah satu pedoman dalam Agama Islam untuk membimbing kita menjadi manusia yang baik. Begitu juga dengan Agama lain. Setiap Agama memiliki keyakinannya masing-masing, tetapi setiap Agama bertujuan untuk memberikan suatu pedoman kepada manusia agar mereka tidak berjalan di jalan yang salah, tetapi memberikan kita petunjuk agar kita bisa menjadi manusia yang selamat dari segala keburukan yang ada.

                Terima kasih, mungkin cukup sekian dari saya. Apabila da kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wallahul muwafiq ila aqwamit tariq.

                Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Komentar

Posting Komentar